Pengertian Dasar Teknik SEO
Unknown
14.33.00
New Google SEO
Bandung, Indonesia
SEO (Search Engine Optimization) atau optimasi mesin pencari
secara sederhana dapat digambarkan sebagai pengoptimalan blog/situs agar sesuai
dengan mekanisme kerja atau algoritma sebuah mesin pencari seperti Google,
Yahoo, Bing, dan sebagainya. SEO memerlukan serangkaian proses secara sistematis
agar dapat meningkatkan jumlah dan kualitas trafik kunjungan terhadap sebuah
situs lewat mesin pencari.
Pedoman
utama teknik SEO adalah menganalisa bagaimana
mesin pencari bekerja, apa yang dicari orang dengan kata kunci (query) yang
diketik di mesin pencari serta mesin pencari yang disukai pengguna internet.
Secara logika, situs yang berada pada posisi teratas dari hasil pencarian situs
mesin pencari memiliki peluang cukup besar untuk memperoleh trafik kunjungan.
Untuk itu, menempatkan situs pada posisi tertinggi merupakan tujuan SEO.
Proses
pengoptimalan situs mungkin melibatkan beberapa faktor internal situs (onpage)
maupun ekternal (offpage). Pengeditan konten, web coding (HTML), relevansi kata
kunci, menghilangkan penghambat pengindeksan search engine, mempromosikan
situs, meningkatkan jumlah backlink atau link inbound, merupakan macam-macam strategi SEO yang dapat
dilakukan.
Masing-masing
situs penyedia mesin pencarian memiliki algoritma tersendiri untuk menentukan
hasil pencariannya dan itu biasanya merupakan rahasia mereka. Namun mereka
pengeluarkan panduan untuk menyesuaikan aturan algoritma yang telah ditetapkan.
Dengan mengikuti aturan-aturan tersebut diharapkan webmaster dapat memperoleh
hasil yang maksimal untuk situsnya.
Algoritma
sistem mesin pencarian juga mengalami perubahan dari waktu ke waktu seiring
perkembangan kemajuan internet. Dengan kata lain, teknik SEO pun bisa mengalami perubahan menyesuaikan dengan
alogritma.
source : http://lenterakecilku.blogspot.com/
Hapus Kode "Quickedit" di Blog (Tips SEO)
Unknown 10.36.00 New Google SEO Bandung, Indonesia
QUICK EDIT adalah salah satu fasilitas blogger untuk memudahkan admin mengedit sebuah posting atau tampilan widget blog, berupa gambar ikon "kunci inggris dan pensil" (wrench and pencil).
Setiap kali kita menambah widget di sidebar, maka ikon quickedit itu otomatis akan muncul. Hampir semua template blog juga memasang icon quickedit ini, termasuk template bawaan blogger (default blogger template).
Karena URL kedua gambar itu tidak menggunakan "alternatif text" (alt), maka blog kita jadi tidak SEO Friendly.
Karenanya, hapus saja kode ikon "Quickedit" itu di template blog Anda.
Caranya :
1. Layout > Edit "Blog Posts" widget
2. Jangan centang (Uncheck) checkbox "Show Quick Editing".
3. Save!
Lanjutkan dengan :
1. Template > Edit HTML
2. Cari (Ctrl+F) semua kode yang mengandung kata "quickedit" dan hapus!
Kodenya seperti ini :
<b:include name='quickedit'/>
3. Save Template !!!
Setiap kali kita menambah widget di sidebar, maka ikon quickedit itu otomatis akan muncul. Hampir semua template blog juga memasang icon quickedit ini, termasuk template bawaan blogger (default blogger template).
Karena URL kedua gambar itu tidak menggunakan "alternatif text" (alt), maka blog kita jadi tidak SEO Friendly.
Karenanya, hapus saja kode ikon "Quickedit" itu di template blog Anda.
Caranya :
1. Layout > Edit "Blog Posts" widget
2. Jangan centang (Uncheck) checkbox "Show Quick Editing".
3. Save!
Lanjutkan dengan :
1. Template > Edit HTML
2. Cari (Ctrl+F) semua kode yang mengandung kata "quickedit" dan hapus!
Kodenya seperti ini :
<b:include name='quickedit'/>
3. Save Template !!!
Unknown 10.36.00 New Google SEO Bandung, Indonesia
Hagia Sophia atau yang disebut juga dengan Aya Sofya dalam bahasa Turki, adalah sebuah bangunan bekas gereja kuno, diubah menjadi masjid, dan sekarang dijadikan museum di Istanbul. Pada saat Konstantinopel ditaklukkan oleh Sultan Mehmed II pada tahun 1453, tempat ini diubah dari gereja menjadi masjid, dan berjalan hingga hampir 500 tahun. Pernak-pernik kristen dicopot dan lukisan-lukisan didinding ditutupi cat. Di tahun 1937 Mustafa Kemal Atatürk seorang perwira militer dan negarawan Turki mengubah status Hagia Sophia menjadi museum. Beberapa bagian dinding dan langit-langit dikerok kembali dari cat-cat kaligrafi hingga ditemukan kembali lukisan-lukisan sakral Kristen. Seperti kita lihat didalam ruangan besar tersebut kita dapat melihat gabungan ornamen Islam dan Kristen tertera bersamaan. Jadi sekarang ini adalah museum, bukan rumah ibadah.
Paduan ornamen-ornamen Islam dan Kristen menghiasa seluruh isi bangunan ini, mulai dari ukiran-ukiran dan lukisan dinding hingga perabotan-perabotan. Tulisan-tulisan Arab untuk Ketuhanan dan Nabi berdampingan dengan simbolik Kristen sang Bunda dan Anaknya yang kudus. Bila kamu memasukin museum ini disediakan panduan turis lokal dimana disana juga disediakan alat penterjemah berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia juga tersedia. Jadi bila kita berada disini kita bisa mengerti sejarah asal muasal Hagia Sophia ini.
Hagia Sophia merupakan bangunan yang masih tersisa terbesar dari arsitektur Bizantium. Dimana desain interiornya banyak dihiasi dengan mosaik dan pilar marmer. Beberapa interior dilapisi dengan kelereng polikrom berwarha hijau, putih, ungu dan mosaik emas. Untuk exterior dibalut dengan plesteran diwarnai dengan kuning dan merah selama restorasi di abad 19.Letak Hagia Sophia tepat berdekatan dan berseberangan dengan Blue Mosque. Bila kamu berada dikawasan ini kamu dapat singgah kedua sekaligus. Dipelataran antara Hagia Sophia dan Blue Mosque banyak pedagang-pedangan kaki lima yang berjualan makanan, minuman dan payung-payung (bila musim hujan). Bila banyak sekali pengunjung wisatawan, maka untuk dapat masuk kedalam Hagia Sophia kita harus antri menunggu giliran. Didalam halaman samping Hagia Sophia juga terdapat cafe dan toko merchandise.
Jangan lewatkan museum Hagia Sophia bila kamu berada di Istanbul Turki, kamu akan melihat peninggalan sejarah yang masih nyata untuk dilihat, dimana kamu dapat melihat paduan kebudayaan Kristen dan Islam menjadi satu. Terlihat aneh tapi hal ini benar-benar ada, saksikan sendiri untuk melihatnya.
Masjid memiliki peran yang sangat besar dalam perkembangan dakwah Islam dan penyebaran syiar-syiar agama Islam. Di sanalah tempat didirikan sholat jama’ah dan berbagai kegiatan kaum muslimin. Seluruh manusia yang membawa perbaikan terhadap umat Islam ini, merupakan produk ‘jebolan pendidikan’ yang berawal mula dari masjid.
Masjid adalah wujud bangunan yang pertama didirikan oleh Nabi, sebelum beliau membuat rumah untuk pribadinya. Hal ini menunjukkan, bahwa masjid menempati posisi yang paling utama dalam agama Islam. Mendirikan masjid lebih penting dari pada membuat bangunan lainnya, karena masjid menjadi pusat pembangunan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan agama.
Masjid adalah bangunan yang istimewa dalam Islam, yang memiliki status hukum melebihi bangunan-bangunan yang lain.
Di antara kelebihan masjid, adalah dapat dijadikannya tempat i’tikaf sebagai ibadah mahdhoh. Kita dapat beribadah hanya dengan diam di dalam masjid dengan niat i’tikaf. Lebih-lebih kalau dalam i’tikaf itu kita membaca ayat-ayat Al-Quran, dzikir, ataupun tafakkur merenungkan kebesaran Allah SWT...
Keutamaan Masjid
Masjid merupakan sebaik-baik tempat di muka bumi ini. Di sanalah tempat peribadatan seorang hamba kepada Allah, memurnikan ibadahnya hanya untuk Allah semata. Dari sanalah titik pangkal penyebaran tauhid. Allah telah memuliakan masjid-masjid-Nya dengan tauhid. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah”. (QS. Al Jin: 18)
Tidak ada tempat yang lebih baik dari pada masjid Allah di muka bumi. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Tempat yang paling dicintai oleh Allah dalam suatu negeri adalah masjid-masjidnya dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam suatu ketika pernah ditanya, “Tempat apakah yang paling baik, dan tempat apakah yang paling buruk?” Beliau mengatakan, “Aku tidak mengetahuinya, dan Aku bertanya kepada Jibril tentang pertanyaan tadi, dia pun tidak mengetahuinya. Dan Aku bertanya kepada Mikail dan diapun menjawab: Sebaik-baik tempat adalah masjid dan seburuk-buruk tempat adalah pasar”. (Shohih Ibnu Hibban)
Menunjukan betapa pentingnya kedudukan masjid di dalam pengembangan agama Islam. Setelah dari Quba Nabi berangkat ke Yastrib, dan di sana juga mengutamakan membangun masjid dari pada membangun pemondokannya. Masjid adalah rumah Allah, di dalam hadits Nabi bersabda, yang artinya : “Masjid itu adalah rumah bagi orang yang bertaqwa”.
Apabila kita betul-betul termasuk orang-orang yang bertaqwa kepada Allah SWT, pasti kita senang/betah untuk berhubungan kepada Allah di masjid. Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya : “Orang yang betah, orang yang jinak, atau orang yang suka dengan masjid, niscaya Allahpun suka berhubungan dengan dia”. Di samping orang yang hatinya cinta kepada masjid/lekat kepada masjid, dia juga senang beribadah kepada Allah, nanti di akhirat akan mendapat naungan di bawah naungan Arasy Allah SWT, di hari yang tidak ada teduhan, melainkan teduhan Allah SWT.
Di dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya : “Ada tujuh macam orang nanti akan mendapat teduhan, naungan di bawah Arasy ar-Rahman, di hari yang tidak ada teduhan atau naungan melainkan teduhan Allah saja, di saat orang lain kepanasan, namun ada tujuh golongan yang selamat tidak ditimpa oleh panas di padang mahsyar yang begitu terik, salah satu di antaranya adalah seorang laki-laki yang hatinya selalu lekat kepada masjid, ia senang dan suka beribadah kepada Allah SWT”.
Di dalam perkataan Ulama disebutkan “orang yang beriman, yang imannya sejati dia di masjid, bagaikan ikan di air, namun sebalikanya orang yang munafiq, yang lidahnya saja mengaku beriman tapi di bathinnya tidak, berada di masjid bagaikan burung di dalam sangkar”. Sekalipun sangkarnya dari emas, makanannya cukup, minumannya cukup tapi burung itu selalu mencari celah-celah di mana ia bisa keluar Marilah kita kembali kepada tuntunan Nabi Muhammad SAW, kita senang di masjid, barang siapa yang datang ke masjid lalu dia niat ‘itikaf, maka dia akan diampuni dosanya oleh Allah SWT. Marilah kita memohon taufiq kepada Allah SWT, mudah-mudahan semakin tebal iman kita semakin cinta pula kita kepada masjid yang merupakan baitullah (rumah Allah).
Masjid adalah pasar akhirat, tempat bertransaksinya seorang hamba dengan Allah. Di mana Allah telah menawarkan balasan surga dan berbagai kenikmatan di dalamnya bagi mereka yang sukses dalam transaksinya dengan Allah.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Masjid adalah rumah Allah di muka bumi, yang akan menyinari para penduduk langit, sebagaimana bintang-bintang di langit yang menyinari penduduk bumi”
Orang yang membangun masjid, ikhlas karena mengharap ganjaran dari Allah ta’ala akan mendapatkan ganjaran yang luar biasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang membangun suatu masjid, ikhlas karena mengharap wajah Allah ta’ala, maka Allah ta’ala akan membangunkan rumah yang semisal di dalam surga.” (Muttafaqun’alaihi)
Masjid dan Dakwah Islam
Dahulu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam hendak berjihad, berperang melawan orang-orang kafir, sebelum beliau menyerang suatu negeri, beliau mencari apakah ada kumandang suara adzan dari negeri tersebut atau tidak. Apabila beliau mendegar adzan maka beliau tidak jadi menyerang, namun bila tidak mendengar maka beliau akan menyerang negeri tersebut. (Muttafaqun ’alaihi)
Hal ini menunjukkan bahwa syiar-syiar agama yang nampak dari masjid-masjid kaum muslimin merupakan pembeda manakah negeri kaum muslimin dan manakah negeri orang-orang kafir. Adanya masjid dan makmurnya masjid tersebut dengan berbagai syiar agama Islam, semisal adzan, sholat jama’ah dan syiar lainnya, merupakan ciri bahwa negeri tersebut begeri kaum muslimin. (‘Imaratul Masajid, Abdul Aziz Abdullah Al Humaidi)
Memakmurkan Masjid
Di antara ibadah yang sangat agung kepada Allah ta’ala adalah memakmurkan masjid Allah, yaitu dengan cara mengisinya dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Bentuk memakmurkan masjid bisa pemakmuran secara lahir maupun batin. Secara batin, yaitu memakmurkan masjid dengan sholat jama’ah, tilawah Al-Quran, dzikir yang syar’i, belajar dan mengajarkan ilmu agama, kajian-kajian ilmu dan berbagai ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.
Sedangkan pemakmuran masjid secara lahiriah, adalah menjaga fisik dan bangunan masjid, sehingga terhindar dari kotoran dan gangguan lainnya. Sebagaimana diceritakan oleh Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah pernah memerintahkan manusia untuk mendirikan bangunan masjid di perkampungan, kemudian memerintahkan untuk dibersihkan dan diberi wangi-wangian. (Shohih Ibnu Hibban, Syuaib Al Arnauth mengatakan sanad hadits tersebut shahih sesuai syarat Bukhari)
Sholat Berjama’ah di Masjid
Salah satu syiar agama Islam yang sangat nampak dari adanya masjid Allah, adalah ditegakkannya sholat lima waktu di dalamnya. Ini pun merupakan salah satu cara memakmurkan masjid Allah ta’ala. Syariat Islam telah menjanjikan pahala yang berlipat bagi mereka yang menghadiri sholat jama’ah di masjid. Di sisi lain syariat memberikan ancaman yang sangat keras bagi orang yang berpaling dari seruan sholat berjama’ah.
Suatu ketika, tatkala tiba waktu sholat, Rasulullah berkeinginan meminta seseorang untuk mengimami manusia, kemudian beliau pergi bersama beberapa orang dengan membawa kayu bakar. Beliau berkeinginan membakar rumah orang-orang yang tidak menghadiri sholat jama’ah. Hal ini menunjukkan bahwa sholat jama’ah di masjid adalah wajib, karena ada hukuman bagi mereka yang meninggalkannya.
Rasulullah bersabda, “Shalat seseorang (di masjid dengan berjama’ah) itu dilebihkan dengan 25 derajat dari shalat yang dikerjakan di rumah dan di pasar. Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya lalu mendatangi masjid, tak ada keinginan yang lain kecuali untuk shalat, maka tidaklah ia melangkah dengan satu langkah pun kecuali Allah mengangkatnya satu derajat, dan terhapus darinya satu kesalahan…”(Muttafaqun ‘alaihi, dari shahabat Abu Hurairah)
‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu mengatakan, “Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan Allah kelak dalam keadaan muslim, maka hendaklah dia menjaga sholat lima waktu tatkala dia diseru (dengan adzan). Sesungguhnya Allah telah mensyariatkan sebuah sunnah yang agung, dan sholat berjamaah adalah diantara sunnah tersebut. Seandainya kalian sholat di rumah-rumah kalian, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang belakangan, maka sungguh kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian. Jika kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, maka sungguh kalian telah berada dalam kesesatan.” (HR. Muslim)
Setelah nampak di hadapan kita kabar tentang pahala bagi orang yang menghadiri sholat jama’ah di masjid, dan ancaman bagi orang yang tidak menghadirinya, lantas masih adakah rasa berat di dalam hati kita untuk melangkah memenuhi seruan adzan? Allahul Muwaffiq.
Keutamaan Orang-orang yang Perhatian terhadap Masjid
Rasulullah pernah bersabda, bahwa kelak di hari kiamat ada tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan pertolongan dari Allah ta’ala. Salah seorang di antaranya adalah para pecinta masjid. “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan dari Allah, tatkala tidak ada naungan selain naungan-Nya… Seseorang yang hatinya senantiasa terkait dengan masjid…” (Muttafaqun ‘alaihi).
Ibnu Hajar rahimahullahu menjelaskan makna hadits tersebut, “Hadits ini menunjukkan bahwa orang tersebut hatinya senantiasa terkait dengan masjid meskipun jasadnya terpisah darinya. Hadits tersebut juga menunjukkan bahwa keterkaitan hati seseorang dengan masjid, disebabkan saking cintanya dirinya dengan masjid Allah ta’ala”. (Lihat Fathul Bari)
Lalai dengan Pemakmuran Masjid
Banyak di antara kaum muslimin, sangat semangat dalam mendirikan dan membangun masjid. Mereka berlomba-lomba menyumbangkan banyak harta untuk mendirikan bangunan masjid di berbagai tempat, setelah masjid berdiri pun tidak lupa untuk menghiasnya dengan hiasan yang bermegah-megahan. Namun setelah bangunan beserta hiasan berdiri tegak, justru mereka tidak memanfaatkan masjid tersebut untuk solat jama’ah dan ibadah lainnya. Mereka sangka sumbang sih mereka dengan harta dan modal dunia tersebut sudah mencukupinya.
Saudaraku, memakmurkan masjid tidak semata-mata makmur secara fisik, memakmurkan masjid yang hakiki adalah dengan ketaatan kepada Allah, yaitu dengan sholat jama’ah, tilawah Al quran, pengajian-pengajian ilmiah dan lain sebagainya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhabarkan bahwa hal yang demikian merupakan salah satu tanda datangnya hari kiamat, “Tidaklah tegak hari kiamat sampai ada manusia yang bermegah-megahan dalam membangun masjid” (HR. Abu Dawud, dinilai shohih oleh Syaikh Al Albani)
Imam Al Bukhari rahimahullahu berkata dalam kitab shahihnya, Anas berkata, “Orang-orang bermegah-megahan dalam membangun masjid, mereka tidak memakmurkan masjid tersebut melainkan hanya sedikit. Maka yang dimaksud dengan bermegah-megahan ialah bersungguh-sungguh dalam memperindah dan menghiasinya”.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata , “Sungguh kalian akan memperindah dan menghiasi masjid sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nasrani memperindah dan menghiasi tempat ibadah mereka”. (HR. Bukhari, Kitab Ash-Shalah, Bab Bunyanil Masajid)
Back to basic...!!!
Terlampau banyak penjelasan yang memaparkan keutamaan masjid sebagai benteng utama kekuatan kaum muslimin. Telah terbukti secara nash dan realita. Perjalanan hidup para pendahulu kita telah membuktikannya. Bukankah seluruh para ulama yang membawa perbaikan terhadap agama Islam adalah para pecinta masjid. Imam Malik rahimahullahu mengatakan, “Tidak akan pernah baik generasi akhir umat ini kecuali dengan perkara-perkara yang dengannya telah menjadi baik generasi awal umat Islam (yaitu generasi sahabat)”
Maka apabila kita menghendaki kejayaan dan kemenangan kaum muslimin, maka hendaklah kita menempuh jalan yang ditempuh oleh Rasulullah dan para shahabat beliau radhiyallahu ‘anhum, yang mereka senantiasa perhatian terhadap masjid-masjid mereka, memakmurkan masjid-masjid Allah dengan ketaatan kepada-Nya. Mulialah dari masjid kita membangun umat ini...
Al-Hamdulillah,
segala pujian milik Allah Ta'ala. Shalawat serta salam teruntuk utusan-Nya, Nabi Muhammad SAW, keluarga, para
sahabatnya serta pengikutnya sampai akhir zaman.
Zikir
salah satu sebab utama yang mendekatkan hamba kepada Allah. Bahkan Allah mengabarkan,
Dia akan bersama hamba-Nya selama hamba tersebut mengingat-Nya dan bibirnya
bergerak dalam dzikirnya. Salah satu dzikir yang masyru 'untuk dibaca dalam
kondisi tertentu dan diperbanyak secara mutlak adalah hauqalah.
Mungkin
sebagian kita bertanya-tanya, apa itu hauqalah? Hauqalah adalah bacaaan Laa
Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah. Artinya, tidak ada daya dan kekuatan untuk
berusaha kecuali dengan kehendak dan izin Allah.
Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah menjelaskan keutamaan kalimat zikir ini
kepada Abu Musa al-Asy'ari,
" Wahai Abdullah bin Qais (nama Abu Musa), ucapkan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah. Sesungguhnya itu adalah salah satu kekayaan yang tersimpan di surga. " Atau beliau mengatakan: "Tidakkah kamu mau aku tunjuki salah satu harta simpanan di surga? Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah '. "(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
" Wahai Abdullah bin Qais (nama Abu Musa), ucapkan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah. Sesungguhnya itu adalah salah satu kekayaan yang tersimpan di surga. " Atau beliau mengatakan: "Tidakkah kamu mau aku tunjuki salah satu harta simpanan di surga? Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah '. "(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Imam
Ahmad dalam Musnad meriwayatkan hadits yang dari Abu Hurairah Radhiyallahu
'Anhu , bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"
Perbanyaklah membaca Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah, karena
sesungguhnya adalah salah satu harta simpanan di surga. "
Kanzun
min Kunuz al-jannah , maksudnya: pahalanya disimpan bagi yang mengucapkannya.
Pahalanya atau balasan amal zikir terebut disimpan di surga sebagaimana
dikumpulkan, disimpan, dan dijaganya harta kekayaan.
Disebut
Kanzun menunjukkan bahwa pahala yang disiapkan adalah sangat istimewa dan
berharga, sebagaimana harta simpanan adalah harta yang paling berharga.
Imam
Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan tentang alasan keutamaan kalimat
tersebut, "Para ulama menuturkan sebab hal itu, karena kalimat itu adalah
kalimat kepasrahan dan menyerahkan urusan kepada Allah Ta'ala, merendah
(menghinakan) diri kepada Allah. Sesungguhnya tidak ada yang bisa berbuat
selain-Nya, tidak ada yang menggagalkan keputusan-Nya, dan hamba tadi tidak
kuasa sedikitpun dalam urusan tadi ... "
Maksud
ringkat dari zikir tersebut adalah tidak ada kekuatan untuk berusaha dan
kemampuan untuk mengerjakan apapun kecuali dengan masyi'ah (kehendak) Allah
Ta'ala. Sebagian ulama menyebutkan, tidak ada daya untuk menolak keburukan dan
tidak ada kekuatan dalam meraih kebaikan kecuali dengan izin (kehendak) Allah.
Sehingga kalimat zikir ini menuntut agar dalam melakukan usaha sehingga meminta
pertolongan kepada Allah dan bertawakkal kepada-Nya. Oleh karenanya, saat
mendengar seruan shalat dalam adzan; Hayya 'Alaa al-Shalaah dan Hayya 'Alaa
Al-falaah , kita diperintahkan untuk membaca kalimat zikir di atas.
Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu 'Fatawanya (13/321) berkata,
"Ucapan
Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah, memberikan konsekuensi" I'anah
"(bantuan). Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memberikan contoh jika muadzzin mengucapkan
"Hayya 'Alaa al-Shalaah", maka dijawab,' Laa Haula Wa laa Quwwata
Illaa Billaah ', jika muadzzin mengucapkan, "Hayya' Alaa al-falaah",
dijawab 'Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah' (minta bantuan kepada Allah
Agar bisa melaksanakannya,-pent). "
Siapa
yang menginginkan punya pahala yang istimewa di surga dengan jumlah yang banyak
hendaknya memperbanyak membaca zikir yang agung ini, Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa
Billaah.
Khususnya
pada moment tertentu seperti menjawab adzan saat mu'adzin mengucapkan Hayya
'Alaa al-Shalaah dan Hayya 'Alaa al-Falaa, dalam perjalanan, dibaca saat sakit,
saat mengerjakan pekerjaan berat dan sulit sebagai sarana untuk meminta pertolongan
kepada Allah Ta'ala. Wallahu A'lam.
Orang
yang Selalu Mengamalkan zikir akan kelihatan bersinar terang, karena Nur Ilahi
telah menjadi pakaian mereka, Tapi jangan sampai lupa melakukan Sholat 5 waktu,
karena 5 waktu sifatnya Wajib, Sementara amalan yang kita jalani ini hanya
bersifat sunat, jika kita rutin melakukan keduanya maka Allah SWT tidak akan sia - siakan hamba-Nya
!.. ALLAHU AKABAR..
7
ZIKIR PEMBUKA PINTU REZEKI
1.
Memperbanyak Membaca - La Haula Wala Quwwata Illa Billah…
2.
Membaca - La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin…
3.
Membaca - Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adziim…
4.
Membaca Surat Al-Ikhlas…
5. Membaca Surat Al-WAQIA'AH…
6. Memperbanyak SHALAWAT NABI…
5. Membaca Surat Al-WAQIA'AH…
6. Memperbanyak SHALAWAT NABI…
7.
BERISTIGHAFAR...
Jika
sedikit maka banyakanlah, jika banyak maka berkatilah agar kami dapat menolong anak-anak
YATIM; FAKIR MISKIN; MEREKA YANG DALAM KESULITAN…
Ya
Allah… Kabulkanlah doa kami… Aamiiin Ya Allah Ya Robbal 'Alamin.
Semoga
Allah mengabulkan do'a kita…
Merubah dari " Tidak Mungkin " menjadi " Mungkin "
10 Cara Sukses Dalam Islam
Unknown
14.40.00
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Ada 10 Cara Sukses dalam Islam, ini belum semuanya, tetapi jika dilakukan ini sudah sangat dahsyat. Sudah banyak bukti dan cerita akan keberhasilan menerapkan cara sukses. Bahkan, meski hanya salah satu yang difokuskan, tetapi hasilnya luar biasa.
Sukses yang kita raih, insya Allah sukses dunia akhirat, selama kita ikhlas. Kuncinya jangan pernah meminta balasan atau berharap kepada selain Allah. Dan niat utama kita adalah beribadah kepada Allah dan karena Allah. Bukan karena harta atau kesuksesan duniawi saja.
Jika kita mengharapkan akhirat, insya Allah dunia akan mengikuti.
10 Cara Sukses Dalam Islam
# 1 Niatkan Maka Kau Akan Mendapatkan
Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadist :
Dari Amirul Mu'minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan . ( HR Bukhari Muslim ).
Hadits ini memang sedang berbicara keikhlasan. Namun makna hadits ini begitu luas, bisa diaplikasikan dalam bidang kehidupan lainnya. Sebagai contoh saat sahabat Nabi saw, Abdurrahman bin 'Auf, berniat akan mendapatkan rezeki dan pergi ke pasar, maka ia pulang dengan membawa rezeki yang melimpah.
Begitu juga dengan kita, jika kita berbisnis dengan niat akan mendapatkan rezeki maka kita mendapatkannya. Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Karena semua perbuatan kita tergantung niat, mengapa kita tidak berniat untuk mendapatkan rezeki yang banyak? Niatkanlah akan mendapatkan rezeki yang banyak dan halal, maka Anda akan mendapatkannya. Kebanyakan orang tidak benar-benar meniatkan dirinya untuk mendapatkan keberhasilan yang gemilang. Mereka bekerja karena memang harus bekerja. Mereka berbisnis hanya sekedar untuk mencari makan.
Sementara orang sukses , mereka selalu meniatkan hasil yang besar. Sebagai contoh Donald Trump, dia selalu meniatkan hasil yang besar. Dia tidak suka bertransaksi untuk hasil yang sedikit. Inilah konsep yang disebut dengan berpikir besar. Niatkan hasil yang besar maka Anda akan mendapatkan sesuatu yang besar dan menjadi orang yang besar. Jangan membatasi diri sendiri, sebab bisa jadi batas yang Anda tetapkan terlalu kecil dibanding potensi Anda sebenarnya.
Penghalang niat tidak akan membawa hasil :
- Tidak khusyu '. Sering kali orang berniat hanya di mulut saja. Niat tempatnya di hati, di pikiran paling dalam kita. Jadi saat Anda berniat cobalah benar-benar serius sampai menghujam ke dalam hati sanubari Anda.
- Melupakan niat. Jika Anda lupa dengan niat Anda, artinya Anda tidak serius dengan niat Anda. Jika tidak serius, bagaimana Anda bisa mendapatkan apa yang Anda niatkan. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Salah seorang ulama mengatakan bahwa kita akan mendapatkan sesuai dengan kadar niat Anda.
- Keraguan. Bagaimana kita akan mendapatkan apa yang kita niatkan jika kita ragu? Abdurrahman bin 'Auf pergi ke pasar diiringi keyakinan yang mantap.
Niat membawa hasil sesuai dengan yang diniatkan :

- Kejelasan maksud. Anda mau apa? Kejelasan niat sangat penting, sebab jika tidak jelas, Anda juga tidak akan mendapatkan kejelasan bagaimana meraih niat tersebut. Jika Anda melakukan ibadah maghdhah maka niatnya jelas hanya semata untuk dan karena Allah. Saat Anda mencari nafkah, niatkanlah sebagai ibadah dan niatkan pula untuk mendapatkan rezeki yang berkah. Berkah artinya membesar dan terus mengalir (seperti mata air).
- Visualisasikan niat Anda. Ini untuk menguji kejelasan niat Anda dan mengkomunikasikan niat Anda dengan semesta, pikiran bawah sadar, dan tubuh.
- Berdo'alah untuk mendapatkan niat tersebut dengan penuh keyakinan. Siapa yang berdo'a dengan yakin, maka Allah akan mengabulkan do'a kita.
- Bertawakallah kepada Allah. Anda sudah punya niat, Anda sudah berdo'a, maka selanjutnya Anda bertawakal kepada Allah agar Anda diberi petunjuk, dibantu oleh Allah dengan menampak apa saja kita butuhkan, mendekatkan kita dengan orang yang akan membantu kita, memperlihatkan peluang dihadapan kita, dan mengilhkan ide brilian di kepala kita.
- Bertindaklah dengan cepat dan dengan penuh determinasi. Pernahkah Anda memiliki ide tetapi didahului oleh orang lain? Karena mereka bertindak cepat dan penuh determinasi dalam mewujudkan ide mereka yang kebetulan sama dengan Anda. Oleh karena itu, saat Anda memiliki ide, peluang begitu terbuka, sumber daya menghampiri Anda, bertindaklah dan terus bertindak dengan kecepatan tinggi. Anda tidak perlu mengetahui rencana ke depan secara detil dan lengkap. Jika Anda tahu apa yang harus Anda lakukan sekarang, maka lakukanlah, itu sudah cukup. Anda akan mendapatkan petunjuk lagi setahap demi setahap.
# 2 Mendoakan Saudara
Rahasia itu adalah: mendo'akan saudara kita kebaikan yang sama dengan yang kita inginkan tanpa sepengetahuan orang tersebut. Jika kita mendo'a saudara kita, tanpa sepengathuan kita, insya Allah kita akan mendapatkan apa yang kita do'akan.
Dari Abu Darda ra bahwasannya ia mendengar Rosululloh SAW bersabda: " Tidak seorang muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya, kecuali malaikat berkata: Dan untuk kamu seperti itu ". ( HR. Muslim )
# 3 Miliki Ilmunya
Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu atas orang yang ahli ibadah seperti keutamaan (cahaya) bulan purnama atas seluruh cahaya bintang . (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah)
"Barangsiapa menginginkan sukses dunia akan diraihnya dengan ilmu dan barangsiapa menghendaki sukses akherat harus diraihnya dengan ilmu, barangsiapa ingin sukses dunia akherat harus diraih dengan ilmu" ~ Iman Syafi'i
# 4 Berubahlah
Allah yang menentukan, namun perintah Allah juga agar kita mau mengubah diri sendiri. Maka, jika Anda ingin meraih apa yang Anda inginkan atau mengubah kondisi Anda, maka berubahlah.
" Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah nasib atau keadaan yang ada pada dirinya "(QS Ar-Ra'd: 11)
# 5 Silaturahim
" Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dikenang bekasnya (perjuangan atau jasanya), maka hendaklah ia menghubungkan silaturahmi . "( HR Muslim )
" Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka harus bertakwa kepada Allah dan menghubungkan silaturahm i. "( HR Imam Bazar, Imam Hakim )
# 6 Berdo'a
Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang-orang yang memohon kepada-Ku. Maka bermohonlah kepada-Ku dan berimanlah kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS Al-Baqarah: 186).
Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi SAW Bersabda: " Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo'a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada aplikasi yang lebih disenangi oleh Allah dari permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do'a bermanfa'at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do'a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do'a ". ( HR Turmudzi dan Hakim )
# 7 Tawakal
Dari Umar bin Khoththob radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: " Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-sebenarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada seekor burung yang pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang . "
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi )
# 8 Shadaqah
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahu i. ( QS. Al Baqarah: 261 )
# 9 Syukur
Jika kamu bersyukur pasti akan aku tambah (nikmat-Ku) untukmu dan jika kamu kufur maka sesungguhnya siksa-Ku sangat pedih "(QS Ibrahim: 7)
# 10 Bertaqwa
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu . ( QS. Ath Thalaaq :2-3 )
10 Cara Sukses dalam Islam ini hanya sebagian dari cara sukses yang ada di dalam Al Quran dan hadits. Jika diteliti lagi, akan sangat banyak yang membuat kita menjadi manusia sukses. Sukses seutuhnya, bukan hanya sukses di dunia, tetapi juga di akhirat.
Rasanya namanya sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa Indonesia, Masjid Salman ITB. Masjid yang berlokasi di Jl. Ganesa no.7, ternyata merupakan masjid kampus pertama di Indonesia. Dengan ciri khas bangunan masjid ini adalah tanpa kubah masjid dan tiang di ruang utamanya. Siapakah arsitek yang berada di balik perancangan masjid ini?
BERBAGAI masjid telah dibangunnya, berjuta umat menikmati kekhusyukan menghadap Ilahi di dalamnya, namun kakek tujuh cucu dan ayah empat anak ini seperti tak kenal pensiun. Di usia 79, kesibukan Prof. Achmad Noe'man masih juga di sekitar masjid. "Tapi sekarang saya lebih senang membuat kaligrafi untuk ornamen masjid," kata kolektor berat piringan hitam musik jazz itu.
Sejak 1948, Noe’man aktif berdiskusi dengan kakaknya -Dekan Fakultas Teknik ITB- (alm) tentang pentingnya keberadaan masjid di kampus. Sulitnya ketika hendak menunaikan sholat wajib apalagi sholat jum’at, terlebih saat itu di ITB masih banyak orang Belanda bahkan rektornya juga seorang Belanda.
Untuk mewujudkan rencana pembangunan masjid kampus, tahun 1958 dibentuklah panitia dengan Prof. T.M. Soelaiman sebagai ketua dan Noe’man ditunjuk sebagai arsiteknya. Rancangan selesai, panitia mengajukannya ke Rektorat namun ditolak.
Seorang murid Noe’man mengusulkan untuk bertemu Presiden Soekarno melalui pamannya, seorang komandan di Cakrabirawa. Empat orang ; Soelaiman, Noe’man, Ahmad Sadali dan Ajat Sudrajat- ke Jakarta menemui Presiden Soekarno di Istana Negara. Diskusi terjadi cukup alot yang berakhir dengan dukungan Presiden Soekarno dengan membubuhkan tanda tangan beliau pada gambar rancangan. Presiden Soekarno jugalah yang memberi nama “Salman”, Salman Al-Farizi ; karena terinspirasi arsitek perang yang ulung pada zaman Nabi Muhammad saw. Bahkan beliau bersedia menjadi pelindung pembangunan masjid Salman. Setelah itu rektor pun menyetujuinya demikian juga dengan walikota Bandung. Setelah itu dimulailah pembangunan masjid Salman.
Salman adalah teknokrat Iran yang menggagas pembuatan saluran (parit) untuk mempertahankan Madinah saat Perang Khandak.
Ia sering diajak Haji Djamhari membangun masjid. "Karena itu, saya bercita-cita menjadi arsitek," ujarnya. Noe'man mengambil jurusan arsitektur di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (pada 1963 berubah menjadi Institut Teknologi Bandung). Sebelum gelar insinyur ia sandang, pada 1958 Noe'man telah menyumbang keahliannya buat sang ayah. Masjid Muhammadiyah Garut merupakan buah karya Noe'man yang pertama.
Namun karya fenomenal pertamanya adalah Masjid Salman, ITB. Tak lama setelah meraih gelar insinyur, Noe'man menjadi asisten Prof. Van Roemondt, dosen arsitektur Islam di kampusnya. Saat itu, masjid masih jarang di sekitar Jalan Ganesha. Karena itu, untuk salat Jumat, Noe'man biasanya bertandang ke Masjid Cipaganti, atau sekitar 2 kilometer dari tempatnya mengajar. Ketika muncul gagasan membangun masjid di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Noe'man-lah yang kebagian tugas mengarsiteki.
Salman didirikan di lahan bekas kebun tak lebih satu dari hektare, persis di seberang kampus. Mulai dibangun pada 1964. Dan butuh waktu delapan tahun hingga resmi dibuka oleh Rektor ITB Prof. Dr. Doddy Tisna Amidjaja, pada 5 Mei 1972. "Sebetulnya sampai sekarang pun Masjid Salman belum selesai, masih terus dilakukan pembangunan secara bertahap," kata Noe'man. Masjid berukuran 35 x 35 meter ini terbuat dari konstruksi beton, satu lantai. Hanya di bagian belakang ada mezanin (lantai) untuk salat wanita atau pengajian.
Dan seperti direncanakan, tak tampak kubah di sana. Malah atap masjid seperti dua tangan raksasa yang sedang berdoa membuka ke langit. Satu-satunya ciri rumah ibadah kaum muslim itu hanyalah menara yang menjulang tinggi. Masjid Salman, menurut Noe'man, boleh dibilang tanpa ornamen. Sangat polos. ''Saya ingin manfaat sesuai fungsi, harus adil, dan proporsional. Tulisan-tulisan tanpa guna dihindari,'' Noe'man menambahkan.
Mimbarnya pun sangat sederhana, hanya tiang lurus yang tingginya sedada orang dewasa, ditambah meja datar untuk tempat catatan khatib saat khutbah yang terbuat dari kayu jati. Untuk menuju mimbar, ada tiga titian. Namun kesederhanaan itu mengantarkan Noe'man mendapat penghargaan arsitektur bergengsi, Aga Khan Award. Namanya pun tercantum dalam buku The Mosque, yang terbit seiring dengan penganugerahan itu.
Di situlah Noe'man muda menunjukkan gaya arsitektur nyeleneh. Masjid tanpa kubah dan tanpa tiang penyangga. Padahal, saat itu kubah seolah sebuah keharusan untuk sebuah masjid besar. Rasanya, tanpa kubah tidak sempurnalah bangunan sebuah masjid. Lalu, kenapa tanpa kubah? ''Saya mengambil 'api'-nya Islam,'' kata Noe'man.
Mendesain masjid kini ia serahkan pada Biro Arsitektur Achmad Noe'man (Birano), yang didirikannya hampir setengah abad silam. Birano dipegang oleh anak ketiganya, Fauzan Noe'man, arsitek lulusan Rhode Island School of Design. Noe'man mewariskan kecintaan pada rumah Allah itu kepada empat anaknya, seperti ia terima warisan itu dari ayahnya: H.M. Djamhari, saudagar batik dan tokoh Muhammadiyah Garut, Jawa Barat.
Setelah menyimak Al-Quran dan hadis, Noe'man mengaku tidak menemukan ketentuan khusus mengenai kubah dan tiang masjid. Petunjuk yang rinci hanyalah ihwal salat. Dia lalu merujuk sabda Rasulullah Muhammad SAW yang artinya, "Salatlah kamu seperti salatku." Dalam salat berjamaah, misalnya, imam harus punya tempat tersendiri di depan. Sementara jamaah berdiri tertib bersaf-saf di belakangnya.
Keteraturan seperti ini tentu memerlukan ruangan yang lapang, lega, tanpa kehadiran "sosok" lain yang bisa menghalangi ketersambungan saf. Karena itulah, ia berijtihad, tiang di dalam masjid sebisa mungkin dihilangkan.
Kubah masjid, lanjutnya, bukan identitas masjid. Struktur atap menggelembung, konstruksi gaya arsitektur Bizantium, ini memang bisa dilihat pada Masjid Aya Sofia di Istanbul, Turki, yang terkenal dengan kubah birunya. Namun Aya Sofia tadinya berfungsi sebagai gereja. Gedung Capitol di Washington, Amerika Serikat, bahkan Kremlin di Moskow, berkubah.
Sekitar tahun 1975, Jenderal Muhammad Yusuf, tokoh karismatis dari Sulawesi Selatan, meminta Noe'man membangun Masjid Al-Markazi di Makassar. Al-Markazi juga dibangun tanpa kubah. "Tapi atapnya merupakan 'atap susun', selain untuk menarik perhatian, juga supaya cahaya masuk," kata Noe'man. Masjid yang megah ini dibangun satu lantai, dan ada mezanin di belakang. Mirip Salman. Bedanya, di keempat pojok bangunan masjid terdapat tiang. Pada tiang bagian depan terdapat tangga sebanyak 85 titian. Al-Markazi pun mendapat Aga Khan Award.
Setelah membuat Masjid Salman dan Masjid Al-Markazi, Achmad Noe'man sempat dicap sebagai arsitek "anti-kubah". Sekitar tahun 1980-an, Noe'man membuat masjid berkubah, yaitu At-Tin di TMII, Jakarta. At-Tin dibangun seefisien mungkin. Pembangunan kubah menggunakan teknologi struktur baru, yaitu "space frame", konstruksi yang dibuat dari batang-batang baja, sehingga ringan, kuat, dan gampang dalam pembangunannya. ''Di sini saya memberi kesempatan bagi yang mendambakan kubah,'' ujar Achmad Noe'man. Kebalikan dari Salman, masjid berukuran 60 x 60 meter itu dibuat penuh ornamen.
Mimbarnya terbuat dari kayu berukir, yang dilengkapi tangga dari beton. Bagian atap masjid yang bentuknya dome (kubah) dihiasi kaca patri berwarna. ''Kalau melihat ke langit-langit masjid pada siang hari, sinar matahari masuk, dan terjadilah permainan cahaya yang sangat mengasyikkan," katanya. Pada malam hari, "Sinar lampu yang keluar menyinari kaca patri, sehingga menghasilkan cahaya yang indah,'' Noe'man menambahkan. Memasukkan ornamen kaca patri dalam Masjid At-Tin diilhami oleh surat An-Nur, tentang cahaya. Surat ini dikupas oleh banyak sastrawan karena keindahannya.
Salah satu aturan Allah yang menjadi perhatian Noe’man adalah QS. Al-Isra` [17] : 27. ”Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya“. Beliau berupaya agar dalam pembangunan masjid tidak terjadi pemborosan. Beliau juga menyatakan ketidaksetujuannya pada masjid yang terlalu mewah. Akan lebih bermanfaat uang untuk “berhias” itu digunakan untuk keperluan lain.
Achmad Noe’man juga memegang prinsip aqidah Islam dalam membangun masjid. Ketika ada sebuah masjid yang memaksakan dibangun dengan menanam kepala kerbau, Noe’man kemudian memilih mundur, meskipun masjid itu dibangun oleh petinggi negara. Ada satu masjid terkenal di Jakarta, yang Noe’man harus mendatangi sejumlah pejabat dan tokoh Islam untuk meminta pendapat mereka tentang penanaman kepala kerbau. Alhamdulillah, rencana penanaman kepala kerbau itu dibatalkan.
SEJARAH BERDIRINYA
Masjid Tertua di INDONESIA
Unknown
11.20.00
New Google SEO
Bandung, IndonesiaMasjid Tertua di INDONESIA
Seperti halnya sejumlah wilayah lain di Indonesia yang menyimpan sejarah peradaban agama-agama dunia, Provinsi Seribu Pulau, Maluku juga menyimpan peninggalan sejarah Islam yang masih ada dan tidak lekat dimakan zaman. Di utara Pulau Ambon, tepatnya di Negeri (desa) Kaitetu Kecamatan, Leihitu Kabupaten, Maluku Tengah, berdiri Masjid Tua Wapauwe.
Islam masuk ke Indonesia melalui para pedagang dari Gujarat, India sekitar abad ke-13 M. Ketika Islam masuk ke Indonesia perdagangan rempah-rempah masih didominasi oleh Cina dan Arab. Para pedagang ini merajai jalur perdagangan yang penting seperti pesisir Sumatra, semenanjung Malaya, Jawa, dan Maluku.
Di Indonesia bagian timur, Islam mampir lebih dulu ke Maluku sebelum menyebar ke Makassar dan wilayah lainnya di Pulau Sulawesi. Ketika Portugis datang ke kepulauan itu pada 1512 M, Islam telah tersebar di Maluku. Raja Ternate, salah satu kerajaan terbesar di Maluku, Bayang Ullah telah memeluk Islam.
Diperkirakan, Islam mulai bersemi di Maluku pada tahun 1400-an. Hal ini dibuktikan dengan sebuah masjid yang berdiri selama tujuh abad di Pulau Ambon. Masjid yang terletak di kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah ini merupakan satu bukti sejarah yang menandai perkembangan Islam di Provinsi Seribu Pulau tersebut.
Mulanya Masjid ini bernama Masjid Wawane karena dibangun di Lereng Gunung Wawane oleh Perdana Jamilu, keturunan Kesultanan Islam Jailolo dari Moloku Kie Raha (Maluku Utara). Jamilu adalah seorang penyiar agama Islam, beliau datang ke Maluku bersama empat perdana lainnya dan tugasnya untuk menyiarkan agama Islam di Maluku ke tanah Hitu sekitar tahun 1400 M, yakni untuk menyebarkan ajaran Islam pada lima negeri di sekitar pegunungan Wawane yakni Assen, Wawane, Atetu, Tehala dan Nukuhaly, yang sebelumnya sudah dibawa oleh mubaligh dari negeri Arab.
Periode kedatangan Empat Perdana Hitu :::
Pendatang Pertama adalah Pattisilang Binaur dari Gunung Binaya (Seram Barat) kemudian ke Nunusaku dari Nunusaku ke Tanah Hitu, tahun kedatangannya tidak tertulis. Mereka mendiami suatu tempat yang bernama Bukit Paunusa, kemudian mendirikan negerinya bernama Soupele dengan marganya Tomu Totohatu. Patisilang Binaur disebut juga Perdana Totohatu atau Perdana Jaman Jadi.
Pendatang Kedua adalah Kyai Daud dan Kyai Turi disebut juga Pattikawa dan Pattituri dengan saudara perempuannya bernama Nyai Mas.
- Menurut silsilah Turunan Raja Hitu Lama bahwa Pattikawa, Pattituri dan Nyai Mas adalah anak dari : Muhammad Taha Bin Baina Mala Mala bin Baina Urati Bin Saidina Zainal Abidin Baina Yasirullah Bin Muhammad An Naqib, yang nasabnya dari Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah . Sedangkan Ibu mereka adalah asal dari keluarga Raja Mataram Islam yang tinggal di Kerajaan Tuban dan mereka di besarkan disana (menurut Imam Lamhitu salah satu pencatat kedatangan Empat perdana Hitu dengan aksara Arab Melayu 1689), Imam Rijali (1646) dalam Hikayat Tanah Hitu menyebutkan mereka orang Jawa, yang datang bersema perlengkapan dan hulubalangnya yang bernama Tubanbessi, artinya orang kuat atau orang perkasa dari Tuban. Adapun kedatangan mereka ke Tanah Hitu hendak mencari tempat tinggal leluhurnya yang jauh sebelum ke tiga perdana itu datang. Ia ke Tanah Hitu yaitu pada Abad ke X masehi, dengan nama Saidina Zainal Abidin Baina Yasirullah (Yasirullah Artinya Rahasia Allah) yang menurut cerita turun temurun Raja Hitu Lama bahwa beliau ini tinggal di Mekah, dan melakukan perjalan rahasia mencari tempat tinggal untuk anak cucunya kelak kemudian hari, maka dengan kehendak Allah Ta'ala beliau singgah di suatu tempat yang sekarang bernama Negeri Hitu tepatnya di Haita Huseka'a (Labuhan Huseka'a).
- Disana mereka temukan Keramat atau Kuburan beliau, tempatnya diatas batu karang. Tempat itu bernama Hatu Kursi atau Batu kadera (Sekitar 1 Km dari Negeri Hitu). Peristiwa kedatangan beliau tidak ada yang mencatat, hanya berdasarkan cerita turun - temurun.
- Perdana Tanah Hitu Tiba di Tanah Hitu yaitu di Haita Huseka'a (Labuhan Huseka'a) pada tahun 1440 pada malam hari, dalam bahasa Hitu Kuno disebut Hasamete artinya hitam gelap gulita sesuai warna alam pada malam hari.
- Mereka tinggal disuatu tempat yang diberi nama sama dengan asal Ibu mereka yaitu Tuban / Ama Tupan (Negeri Tuban) yakni Dusun Ama Tupan / Aman Tupan sekarang sekitar lima ratus meter di belakang Negeri Hitu, kemudian mendirikan negerinya di Pesisir Pantai yang bernama Wapaliti di Muara Sungai Wai Paliti.
- Perdana Pattikawa disebut juga Perdana Tanah Hitu atau Perdana Mulai artinya orang yang pertama mendirikan negerinya di Pesisir pantai, nama negara tersebut menjadi nama soa atau Ruma Tau yaitu Wapaliti dengan marganya Pelu.
Kemudian datang lagi Jamilu dari Pemerintah Jailolo. Tiba di Tanah Hitu pada Tahun 1465 pada waktu Magrib dalam bahasa Hitu Kuno disebut Kasumba Muda atau warna merah (warna bunga) sesuai dengan corak warna langit waktu magrib. Mendirikan negerinya bernama Laten, kemudian nama negara tersebut menjadi nama marganya yaitu Lating. Jamilu disebut juga Perdana Jamilu atau Perdana Nustapi, Nustapi artinya Perdamaian, karena dia dapat mendamaikan permusuhan antara Perdana Tanah Hitu dengan Perdana Totohatu, kata Nustapi asal kata dari Nusatau, dia juga digelari Kapitan Hitu I.
Sebagai Pendatang terakhir adalah Kie Patti dari Gorom (P. Seram bagian Timur) tiba di Tanah Hitu pada tahun 1468 yaitu pada waktu asar (Waktu Salat) sore hari dalam bahasa Hitu kuno disebut Halo Pa'u artinya Kuning sesuai corak warna langit pada waktu Ashar (waktu salat).
Mendirikan negerinya bernama Olong, nama negara tersebut menjadi marganya yaitu marga Olong. Kie Patti disebut juga Perdana Pattituban, kerena beliau pernah diutus ke Tuban untuk memastikan sistim pemerintahan disana yang akan menjadi dasar pemerintahan di Kerajaan Tanah Hitu.
Masjid Wapauwe berada di daerah yang mengandung banyak peninggalan purbakala. Sekitar 150 meter dari masjid ke arah utara, di tepi jalan raya terdapat sebuah gereja tua peninggalan Portugis dan Belanda yang telah hancur akibat konflik agama yang meletus di Ambon pada tahun 1999 lalu. Selain itu, 50 meter dari gereja ke utara, berdiri dengan kokoh sebuah benteng tua "New Amsterdam". Benteng peninggalan Belanda yang mulanya adalah loji Portugis ini, terletak di bibir pantai ini dan menjadi saksi sejarah perlawanan para pejuang Tanah Hitu melalui Perang Wawane (1634-1643) serta Perang Kapahaha (1643-1646).
Semua peninggalan sejarah tadi menjadi pusaka Marga Hatuwe yang tersimpan di rumah pusaka Hatuwe, yang berjarak 50 m dari Masjid Wapauwe. Rumah pusaka ini dijaga oleh keturunan ke-12 Imam Muhammad Arikulapessy, Abdul Rachim Hatuwe.
Masjid yang masih dipertahankan bentuk aslinya itu berdiri di atas tanah yang disebut Teon Samaiha oleh warga setempat. Letaknya di antara permukiman penduduk Kaitetu dan bentuknya sangat sederhana. Arsitekturnya sangat unik dan bersifat elementer. Masjid ini dibangun tanpa paku yang menyatukan setiap bagian-bagiannya sehingga dapat dibongkar-pasang. Untuk menyambungkan setiap bagian bangunan, perancangnya hanya menggunakan pasak kayu. Konstruksi ini memungkinkan masjid dapat dipindah-pindahkan.
Bentuk masjid ini seperti bujur sangkar dengan ukuran hanya 10 x 10 meter. Ketika pertama kali didirikan masjid ini tidak memiliki serambi. Dalam renovasi dilakukan penambahan serambi yang memiliki ukuran 6,35 x 4,75 m. Dinding masjid ini dibuat dari gaba-gaba, yaitu pelepah sagu yang dikeringkan. Pada renovasi setengah dinding dibuat dengan campuran kapur.
Mihrab masjidnya berukuran 2x2 meter seperti umumnya masjid di Jawa dan Bali. Mimbar masjid terbuat dari kayu yang bentuknya seperti kursi. Ukurannya cukup tinggi sehingga mimbar ditambahi anak tangga. Pada bagian atasnya dihiasi lengkungan dan ukiran kayu. Bedug terbuat dari gelondongan kayu utuh dengan diameter 2 m. Bedung diikat dengan rota dan digantung pada balok di atasnya.
Pada bagian dalamnya terdapat ciri khas bangunan joglo, yaitu saka guru. Saka guru adalah empat pilar yang terletak di tengah bangunan tradisional Jawa. Atapnya juga dipengaruhi oleh bangunan Jawa, yaitu berupa atap tajug bertingkat. Saka guru menggunakan kayu dengan ukuran 22 x 22 cm persegi. Di atas saka guru terdapat atap piramida dengan kemiringan yang cukup tajam, lalu diikuti di bawahnya dengan atap yang kemiringannya landai, persis seperti atap bangunan tradisional Jawa. Atapnya dibuat dari daun rumbia. Puncak menara terbuat dari kayu yang berbentuk silindris dengan alur-alur dan molding.
Di antara atap di atas dan atap yang di bawah terdapat lubang jendela yang berfungsi sebagai ventilasi udara. Bagian paling bawah atapnya menjorok ke luar dan membentuk sebagian dari elips seperti daun. Di setiap ujungnya terdapat ukiran bertuliskan kata ‘’Allah’’ dan ‘’Muhammad’’.
Di dalam masjid ini tersimpan mushaf Alquran yang diperkirakan menjadi mushaf tertua di Indonesia. Mushaf tersebut adalah ditulis tangan oleh Imam Muhammad Arikulapessy dan selesai pada 1550. Mushaf ini ditulis tanpa iluminasi. Di masjid ini juga terdapat Mushaf Nur Cahya yang selesai ditulis pada 1590 tanpa iluminasi dan ditulis tangan pada kertas Eropa. Mushaf kedua ini ditulis oleh cucu Imam Arikulapessy.
Karya Nur Cahya lain yang terdapat di masjid tersebut adalah Kitab Barzanzi, yaitu syair pujian kepada Rasulullah SAW; sekumpulan naskah khotbah seperti naskah khotbah Jumat pertama Ramadhan 1661, kalender Islam tahun 1407 M, dan manuskrip Islam lain yang sudah berumur ratusan tahun.
Karena kedatangan Belanda ke tanah itu pada 1580, membuat masjid Wapauwe sempat mengalami perpindahan tempat. Sebelum pecahnya Perang Wawani Belanda sudah mengganggu kenyamanan penduduk di lima kampung di kecamatan tersebut dalam beribadah. Karena fleksibilitasnya masjid ini dipindahkan ke Kampung Tehala yang terletak 6 km di timur Wawane pada 1614.
Ketika masjid tersebut dipindahkan ke Kampung Tehala, bangunan itu direkonstruksi di sebuah tempat yang banyak ditumbuhi pohon mangga hutan (mangga berabu), yang dalam bahasa Kaitetu disebut dengan wapa. Dan jika ada daun dari pepohonan di sekitar tempat itu gugur, secara ajaib tak satupun daun yang jatuh diatasnya. Tempat kedua masjid ini berada di suatu daratan dimana banyak tumbuh pepohonan mangga hutan atau mangga berabu yang dalam bahasa Kaitetu disebut Wapa. Itulah sebabnya masjid ini diganti namanya dengan sebutan Masjid Wapauwe, artinya masjid yang didirikan di bawah pohon mangga berabu.
Pada 1646, Belanda menguasai seluruh Tanah Hitu. Belanda kemudian melakukan penurunan penduduk dari daerah pegunungan, termasuk lima kampung di wilayah Wawane. Pada 1664 ditetapkanlah berdirinya Negeri Kaitetu.
Masjid Wapauwe mengalami renovasi beberapa kali. Pertama kali masjid ini direnovasi oleh pendirinya, Jamilu pada tahun 1464 tanpa mengubah bentuk aslinya. Meskipun mengalami dua kali pemindahan, bangunan asli tetap dipertahankan. Renovasi kedua dilakukan pada abad ke-19 M dengan penambahan seambi depan di bagian timur masjid.
Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, masjid ini mengalami perbaikan besar-besaran. Yang pertama terjadi pada Desember 1990 hingga Januari 1991 dengan mengganti 12 tiang kolom penunjang dan balok penopang atap.
Pada 1993 dilakukan renovasi dengan mengganti balok penadah kasau dan bumbungan, namun tidak mengganti empat tiang sebagai kolom utama. Pada 1995 juga sempat juga terjadi renovasi masjid, yaitu penggunaan semen PC pada atap masjid yang sebelumnya hanya menggunakan kerikil. Pada 1997, masjid yang tadinya beratapkan seng diganti menjadi atap nipah. Atap ini diganti setiap lima tahun sekali.
Meskipun telah mengalami beberapa kali pemindahan dan perbaikan, arsitektur inti Masjid Wapauwe tetap dipertahankan, sehingga masjid ini menjadi situs sejarah paling penting di Maluku. Masjid yang sampai hari ini masih digunakan untuk kegiatan ibadah sehari-hari ini menjadi salah satu masjid tertua di Indonesia.









.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



.jpg)






.jpg)




